Tips Mengobati Sakit Maag dengan Cara Diet dan Mengatur Pola Makan

Mengobati Sakit Maag – Cara pengobatan maag yang konvensional termasuk penggunaan antasida dan obat-obatan lainnya untuk menurunkan asam lambung. Memang benar bahwa jenis obat-obatan tersebut terbukti ampuh dalam meredakan gejala dengan cepat. Sayangnya, penggunaan obat maag justru dapat menimbulkan masalah kesehatan yang baru di kemudian hari. Contohnya osteoporosis atau hipokloridria, atau asam lambung yang rendah.

Karena itu, Anda bisa mencoba beberapa tips mengobati maag dengan diet atau pola makan yang sehat berikut ini. Cara ini lebih alami dan justru dapat mengatasi maag dari akarnya. Selain itu, pola makan yang tepat juga dapat membantu pencernaan Anda sembuh secara alami.

Tips 1: Teratur konsumsi makanan yang dapat membunuh bakteri H. pylori.

  • Brokoli

Kandungan nutrisi bernama sulphoraphane di dalam brokoli sudah terbukti efektif secara medis dalam membunuh bakteri H. pylori. Bahkan, nutrisi ini juga masih mampu mengatasi bakteri H. pylori yang sudah menjadi kebal terhadap obat antibiotik. Pilih brokoli yang masih berkecambah karena kandungan sulphoraphane-nya 20 sampai 50 kali lebih banyak dibanding brokoli dewasa.

  • Bawang putih.

Tanaman yang satu ini sudah lama dikenal akan khasiatnya yang anti-mikroba dan anti-jamur. Dan kabar baiknya, bakteri H. pylori sangat sensitif dengan bawang putih. Akan tetapi, sayangnya beberapa pasien dengan kondisi heatburn (rasa panas terbakar di bagian dada saat asam lambung naik) yang kronis kemungkinan besar tidak tahan bawang putih. Jika ini yang terjadi pada Anda, konsumsi bawang putih dalam jumlah kecil dan tambah porsinya perlahan-lahan.

Tips 2: Jangan abaikan probiotik.

Probiotik atau bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan Anda. Mereka berkoloni di dinding lembut saluran usus dan dapat menyembuhkan sistem pencernaan.

Dengan mengonsumsi makanan kaya probiotik, maka kemampuan usus untuk menyerap dan mencerna nutrisi pun meningkat. Pasien penderita maag dan kekurangan vitamin B12 dapat merasakan manfaatnya dengan mengonsumsi makanan kaya probiotik atau suplemen, yang digabung dengan vitamin B.

Lantas, makanan apa yang mengandung probiotik? Contohnya adalah yogurt, kefir, kimchi, sauerkraut, dan roti sourdough (roti yang melalui proses fermentasi dengan probiotik dan ragi).

Tips 3: Konsumsi makanan yang dapat mengatasi masalah karena penggunaan obat dan meredakan gejala maag.

Sekali lagi, makanan yang kaya probiotik adalah jenis yang paling baik dalam memulihkan kerusakan pada usus. Akan tetapi, Anda juga dapat mendampingi probiotik dengan beberapa jenis makanan berikut ini. Mereka adalah makanan yang telah dikenal mampu menyembuhkan lambung dan meredakan gejala maag:

  • Jahe
  • Cuka apel.
  • Kunyit
  • Oregano
  • Jus buah cranberry.
  • Nanas
  • Jus wortel dan/atau jus beet.
  • Teh hijau.

Selain itu, makanan yang kaya akan vitamin A juga baik untuk dikonsumsi pasien penderita maag. Misalnya hati, wortel, sayuran hijau, asparagus, bayam, ubi, buah peach, dan aprikot. Vitamin A adalah nutrisi penting agar membran mukosa dapat berfungsi dengan sehat, serta dalam memperbaiki jaringan lambung.

Tips 4: Hindari makanan dan minuman yang dapat memperparah gejala maag.

Banyak pasien penderita maag yang tahu tepatnya mana jenis makanan yang justru akan memperburuk gejala yang diderita. Contohnya adalah kopi, cokelat, sambal, atau pasta. Meski demikian, jenis makanan yang dapat memicu timbulnya gejala maag bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa jenis makanan yang dapat memicu maag yang Anda derita.

Caranya bagaimana? Anda bisa memulai sesuatu yang biasa dikenal dengan food diary atau food jurnal. Di dalam jurnal ini, tuliskan apa saja yang Anda makan dan minum selama 2 sampai 4 minggu, serta kapan Anda mengonsumsinya. Kemudian, tuliskan waktu kapan Anda mengalami gejala maag.

Setelah jurnal tersebut lengkap, pelajari hubungan antara konsumsi makanan dan minuman Anda dengan gejala yang dialami. Contohnya, apakah Anda merasakan mual 1 jam setelah makan pizza? Atau, apakah Anda merasa kembung dan kram di perut sehari setelah makan roti atau makanan manis? Setelah Anda menyadari pemicu maag yang spesifik, Anda pun mendapatkan gambaran jenis-jenis makanan apa saja yang harus dihindari untuk mencegah timbulnya gejala maag.